RILIS AKSI OMNIBUS LAW

( Jakarta 4 Maret 2020, SWARA UNJ ) – Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dalam Omnibus Law sedang marak dibicarakan oleh berbagai pihak salah satunya mahasiswa Indonesia. Mahasiswa menyadari adanya kejanggalan dalam penyusunan rancangan undang-undang ini, seperti; tidak melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembuatannya dan tidak terdapat unsur dari hukum ketenagakerjaan yakni, kepastian pekerjaan, jaminan pendapatan, dan kepastian sosial.  Hal tersebut yang melatarbelakangi aksi mahasiswa turun ke jalan untuk menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Aksi mahasiswa Indonesia yang diwakili oleh BEM se-Jabodetabek dan Banten terdiri dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Djuanda, STEI SEBI, STEI Tazkia, Universitas BSI, Politeknik STMI, STT PLN, Universitas Trilogi, Universitas Yarsi, Universitas Mercubuana, Universitas Ibnu Chaldun, Aka Bogor dan kampus lainnya yg bersusulan datang serta beberapa aliansi masyarakat lainnya ke gedung DPR RI.

Aksi yang bertajuk “Mahasiswa Menolak Omnibus law” dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2020. Aksi dimulai dari pukul 13.30 WIB diawali dengan longmarch yang berawal dari TVRI menuju DPR RI dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Totalitas Perjuangan, Buruh Tani dan orasi ilmiah dari tiap-tiap perwakilan kampus.

Pada pukul 15.13 WIB sampai pukul 16.13 WIB, lima orang perwakilan presma dari UNJ, Universitas Djuanda, STT PLN, PNJ dan IPB melakukan audiensi kedalam gedung DPR RI untuk bertemu Bapak Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI namun, sangat disayangkan, mahasiswa tidak dapat menemui beliau dikarenakan sudah tidak berada di lokasi. Pada akhirnya mahasiswa dipertemukan dengan bagian administrasi DPR yang nantinya akan memfasilitasi mahasiswa ketika akan melakukan audiensi.

Adapun tuntutan yang dibawa mahasiswa antara lain:

  1. Menolak dengan tegas RUU Cipta Kerja, karena tidak sesuai dengan Bab 2 pasal 5 dan bab 11 pasal 96 UU No. 15 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU no. 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan,
  2. Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus law: RUU Cipta Kerja yang mencederai semangat reformasi,
  3. Menolak penghapusan hak pekerja meliputi jaminan pekerjaan, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,
  4. Menolak penyederhanaan izin investasi yang berdampak pada kerusakan lingkungan sesuai dengan UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,
  5. Mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dengan setiap penyusunan dan perubahan kebijakan.

Aksi menolak Omnibus Law kali ini tidak mencapai tujuan yang diharapkan dikarenakan tidak adanya anggota DPR yang menemui mahasiswa untuk menandatangani pakta integritas yang telah dibuat oleh mahasiswa.

Pukul 16.00 massa aksi melakukan jeda aksinya untuk istirahat dan melaksanakan solat bagi sebagian mahasiswa, namun kami dikejutkan oleh penangkapan salah seorang massa aksi oleh aparat. Setelahnya aparat melakukan penangkapan massa aksi yang tidak memakai atribut dan berada diluar border massa aksi. Terdapat sekitar 12-9 orang massa aksi yang ditangkap dan diamankan kedalam pos polisi didalam gedung DPR RI.

Beberapa perwakilan mahasiswa yang sebelumnya telah melakukan audiensi pada pukul 17.30 mencoba masuk kedalam pos polisi gedung DPR RI dan berusaha mengadvokasi massa aksi yang ditangkap karena massa aksi yang ditangkap merupakan massa aksi yang berada dalam satu barisan aksi hari itu. Diketahui massa aksi yang ditangkap karena tidak menggunakan atribut tersebut dikarenakan berasal dari beberapa aliansi masyarakat, pelajar dan paramedis jalanan yang sebenarnya juga peserta aksi hari itu.

Beberapa pelajar yang ditangkap sudah dijemput orang tuanya, dan yang lainnya masih dalam proses advokasi oleh beberapa perwakilan mahasiswa. Hingga pukul 18.30 beberapa massa aksi dapat dilepaskan kembali oleh aparat.

Massa aksi mahasiswa di depan gedung DPR RI meninggalkan lokasi aksi pada pukul 18.00 WIB. Meski massa aksi mahasiswa telah bubar, mahasiswa akan konsisten untuk tetap menolak RUU Omnibus Law agar rakyat Indonesia tidak dirugikan dengan adanya RUU tersebut, serta akan melakukan aksi kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Hidup Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !

#BAHAYAOMNIBUSLAW

#MENOLAKOMNIBUSLAW

#REFORMASIDIKORUPSI

(NI, FY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: