AKSI SOLIDARITAS BERSAMA GURU HONORER

Jakarta, 12 Desember 2019 mahasiswa bersama guru honorer melakukan aksi solidaritas di depan Kemendikbud RI mengenai kesejahteraan guru honorer dan kurikulum 2013. Aksi dimulai pada pukul 10.30 WIB, kemudian dibuka oleh Anas Abi Anzah selaku pewara. Pada aksi hari ini terdapat orasi yang disampaikan oleh Hartono dari Fakultas Ekonomi, Aslam dari Fakultas Ilmu Sosial, Cecep dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Erfan dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Bapak Iman selaku perwakilan dari guru honorer.

Kemudian pada pukul 11.30 WIB massa aksi melakukan audiensi, diterima oleh Bapak Saryadi dari Direktorat Pembinaan SMK dan Industri beserta jajarannya. Audiensi membahas kesejahteraan guru honorer dan kurikulum 2013, Erfan perwakilan dari mahasiswa menyampaikan “50% dari 3,2 Juta guru di Indonesia masih berstatus guru honorer. Di Jawa Tengah masih ada desa yang penghasilan gurunya hanya memperoleh Rp 150.000 dalam sebulan. Kemudian lulusan kampus tidak linear dengan jurusan yang ada di SMK sehingga tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.”

Bapak Iman yang merupakan guru honorer juga menyampaikan “Buku yang dapat menunjang pembelajaran yang ada di sekolah masih belum ada padahal pihak kementerian sudah menjanjikan pengadaan buku bagi siswa SMK. Guru SD dibebankan untuk mengajarkan bahasa Inggris juga, akan tetapi disisi lain guru SD masih banyak yang belum memiliki kompetensi tersebut.”

Setelah perwakilan massa aksi menyampaikan aspirasinya, pihak Kementerian menjawab segala aspirasi yang telah disampaikan dari kesejahteraan guru honorer yang memang masih jauh dari kata layak, lulusan kampus tidak linear dengan jurusan yang ada dikarenakan pihak kampus belum dapat mengakomodir segala kebutuhan sekolah dan industri sehingga pihak Kemendikbud RI memperbolehkan lulusan pendidikan tinggi selain keguruan menjadi pengajar dengan syarat ikut profesi pendidikan guru (PPG). Pihak Kemendikbud RI mengakui jika guru kelas ditingkat SD masih dibebankan untuk mengajar bahasa Inggris juga dan masih dikaji oleh pihak Kemendikbud.

Sebelum aksi ditutup terdapat pemberian naskah kajian pendidikan oleh Erfan selaku perwakilan mahasiswa dan Pak Iman selaku perwakilan guru honorer kepada pihak Kemendikbud yang diwakili oleh Pak Saryadi. Aksi ditutup pada pukul 13.00 WIB oleh Anas Abi Anzah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: