Reformasi Dikorupsi

Mahasiswa Mendesak Presiden Terbitkan Perpu

Kamis, 17 Oktober 2019 telah dilaksanakan Aksi dengan tuntutan mendesak Presiden mengeluarkan Perppu KPK. Gembosan hoax yang bertebaran pada aksi hari ini mahasiswa dibungkam namun pada kenyataannya mahasiswa masih memegang idealismenya.

Aksi dimulai pada pukul 14.00 WIB dibuka dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan orasi oleh Erfan dari UNJ, Bima perwakilan dari STEI SEBI, Aqsha dari IPB, Yuri dari UNJ, Feri perwakilan UPN Jakarta, lalu ada pembacaan puisi dari Eka selaku Koor FP UNJ dan perwakilan dari Universitas YARSI, dan orasi dari Presma STT Nurul Fikri.

Aksi ini dihadiri dari berbagai kampus seperti UNJ, Universitas YARSI, STEI SEBI, IPB, UPN Jakarta, STT PLN dan STT Nurul Fikri.

Menjelang berakhirnya aksi massa aksi perempuan menjadi border terdepan dan berhadapan dengan polwan, kemudian terdapat gimmick dari mahasiswa dengan membentangkan banner yang bergambar tikus berdasi sedang meraup uang rakyat yang menggambarkan masih merajalelanya koruptor-koruptor di Indonesia.

Aksi ini adalah bentuk pengawalan dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang akan datang dan kita akan menggelar aksi kembali pada tanggal 21 Oktober 2019. Aksi berakhir pada pukul 16.05 WIB dengan penyerahan banner bergambar tikus berdasi tersebut kepada polisi yang bertugas.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: