Aksi KARHUTLA

Jakarta, 17 September 2019 ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM-SI melakukan Aksi KARHUTLA di depan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Aksi ini sebagai bentuk keresahan mahasiswa terhadap keadaan beberapa wilayah di Indonesia seperti Sumatera dan Kalimantan yang hingga saat ini masih diselimuti asap. Peristiwa ini dikarenakan Indonesia langganan kebakaran hutan, kalimat yang cukup sesuai, mengingat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi sejak tahun 2014.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penyebab karhutla lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia. Dengan adanya musim kemarau panjang juga dapat memicu semakin meluasnya titik api yang membakar hutan dan lahan di Indonesia. Oleh karena asap yang tebal, tentu sangat merugikan aktivitas masyarakat disekitarnya, asap tersebut menyebabkan banyak nya masyarakat yang terjangkitnya ISPA hingga berujung kematian.

Aksi dimulai pada pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh berbagai perwakilan kampus seperti; UNJ, IPB, STEI SEBI, STEI TAZKIA, Universitas Yarsi, UPN, IBS, STT PLN dan STID Al Hikmah. Tiap-tiap perwakilan Presiden Mahasiswa melakukan dialog dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Disamping itu aksi juga diisi dengan penyampaian orasi-orasi dan pembacaan puisi oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus, terdapat juga penampilan teatrikal yang dibawakan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

Pada pukul 16.58 WIB Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc selaku Dirjen PPI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mendatangi mahasiswa dan menyampaikan beberapa hal seperti upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi masalah karhutla yang tengah terjadi.

Kemudian dipenghujung aksi Muhammad Nurdiyansyah selaku Koordinator pusat BEM-SI menyampaikan bahwa isu kebakaran hutan dan lahan yang tengah terjadi bukan hanya isu lingkungan tetapi juga isu kemanusiaan, maka alangkah baiknya jika mahasiswa dari almamater manapun ikut turun andil untuk memerhatikan permasalahan ini. Pada saat penyampaian tersebut juga diiringi aksi gimmick dengan penyemprotan asap fogging.

Kenapa menggunakan fogging?
“Memang dari segi kesehatan fogging ini tidak baik, akan tetapi ini merupakan gerakan serta gimmick dari mahasiswa bahwasanya kita mungkin hanya menyebarkan sedikit asap, bagaimana dengan kondisi kawan-kawan yang tinggal di Riau dan Kalimantan? Mereka menghirup asap setiap hari. Seharusnya menyadarkan kita dan juga pemerintah bahwasanya masalah asap ini sangatlah berbahaya bagi kesehatan.” Jawab Muhammad Nurdiyansyah.

Pada pukul 17.27 WIB aksi karhutla diakhiri dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh Mar’i dari IPB.

Perjuangan tidak berhenti di sini saja, ketika rakyat berteriak, ketika nafas ini masih ada maka jangan sungkan untuk senantiasa bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: