INKONSISTENSI INFORMASI

Jakarta, 26 Agustus 2019 BEM UNJ melakukan audiensi terkait simpang siur kabar pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). BEM UNJ diwakili M Abdul Basit (Ketua BEM UNJ), Rizki Dwi Perkasa (Wakil Ketua BEM UNJ), Naufal Ario (Kadept Advokasi), Erfan Kurniawan (Kadept Sospol) dan Faiz Azhar (Kadept Kominfo ). Hari ini perwakilan dari Wakil Rektor 2 yaitu Pak Firdaus selaku staf ahli yang mengantikan Pak Komarudin yang berhalangan bisa hadir.

Kabar simpang siur tentang pembayaran UKT pada semester ini sangat membuat runyam dan menambah kebobrokan birokrasi kampus, pasalnya pemberitauhuan tentang masa bayaran 29 Juli – 23 Agustus 2019. Permasalan pertama muncul saat mahasiswa bidikmisi yang akan memasuki semester 9 wajib membayarkan uang kuliah tunggal yang biasanya 1.440.000 menjadi 960.000 berdasarkan surat pemberitahuan tentang pembayaran UKT mahasiswa bidikmisi 2015. Ternyata surat pemberitahuan tersebut dibatalkan hanya berupa info SNAPGRAM FBM UNJ tanggal 23 Agustus 2019 yang menyatakan akan ada SK menyusul. Sampai saat ini SK tersebut tidak kunjung muncul.

 Kabar simpang siur kedua adalah Info dari birokrasi fakultas dan TU prodi  yang menyatakan bahwa akan ada perpanjangan sampai tanggal 29 Agustus 2019 dan penangguhan sampai 5 September 2019 dan tinggal menunggu edaran surat pemberitahuan.  RAPIM berlangsung pada tanggal 23 Agustus 2019 hingga pukul 20.30 WIB. Hasil SP baru keluar dihari  Senin 26 Agustus 2019 Padahal ditanda tangani pada tanggal 22 Agustus 2019.

Surat Pemberitahuan

Hasil progres audiensi akan dikabarkan Selasa 27 Agustus 2019. Dimana BEM UNJ berdasarkan hasil aspirasi mahasiswa UNJ ingin adanya perpanjangan bagi mahasiswa Lama hingga 29 Agustus 2019 serta masa pengurusan penangguhan hingga 5 September 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: