Aksi PENDIDIKANNYA RAKYAT

Mahasiswa Aksi di Kemendikbud dan Kemenristekdikti

Jakarta, 2 Mei 2019 Telah dilaksanakan aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional di depan kantor Kemdikbud dan kantor Kemristekdikti. Aksi dimulai pada pukul 14.40 WIB dan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh saudara Erfan Kurniawan selaku Koordinator Lapangan lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Totalitas Perjuangan. Selanjutnya aksi di lanjutkan dengan orasi Ilmiah oleh perwakilan masing masing kampus serta aksi teaterikal tentang kondisi pendidikan Indonesia

Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia dihadiri beberapa kampus diantaranya IPB, UNJ, UNSADA, UNPAK, UPN JAKARTA, STEI SEBI, UNNES, UNY, INSPITER JOGJA, STEI TAZKIA, PNJ, UNSURYA, Universitas AMIKOM, STT PLN, STT NF, STMI, POLIMEDIA JAKARTA dan YARSI.

Aksi di tutup oleh Muhamad Abdul Basit dan Muhamad Nurdiansyah selaku Korwil BSJB dan Korpus BEM SI dengan menyanyikan Lagu Darah Juang, Totalitas Perjuangan dan ditutup dengan sumpah mahasiswa Indonesia.

Pada kesempatan kali ini mahasiswa membawa beberapa tuntutan yang terbagi dalam dua isu yakni Dikdasmen dan Dikti, yakni sebagai berikut;

Tuntutan Isu Dikdasmen :

  1. Menaikan presentase anggaran pendidikan di daerah-daerah minimal pencapaian 20% oleh pemerintah daerah.
  2. Purifikasi 20 % APBN dan APBD dalam hal ini memisahkan tunjangan dan gaji guru dari anggaran 20% tersebut.
  3. Membuat kebijakan Clean Government dalam dunia pendidikan dengan melibatkan minimal komponen-komponen tertera : 1) Akademisi, 2) Praktisi Pendidikan, 3) Mahasiswa.
  4. Menuntut pemerintah untuk membuat kebijakan dengan berdasarkan data lapangan dan dilaporkan kepada publik lewat media yang ada sebagai upaya transparansi kinerja dan proses tidak hanya laporan hasil.
  5. Menuntut pemerintah dalam realisasi wajib belajar 12 tahun sebagai upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkemajuan lewat pendidikan.

Tuntutan Isu Dikti:

  1. Revisi UU No. 12 Th. 2012.
  2. Mendukung penghapusan Pasal 4 Ayat 2 huruf D UU No. 7 Tahun 2014.
  3. Demokratisasi kampus.
  4. Menuntut Menristekdikti untuk merevisi pasal 8 Permenristekdikti No. 39 Tahun 2017 Tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal disesuaikan dengan kajian yang disusun dalam lampiran.
  5. Menuntut Menristekdikti untuk mengevaluasi serta mengawasi Perguruan Tinggi dalam pengimplementasian pasal 3, 4, 5 Permenristekdikti No 39 Tahun 2017 Tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal.
  6. Berkomitmen menghapus praktik komersialisasi, privatisasi dan liberalisasi dalam perguruan tinggi.

Dalam kesepakatannya tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa diterima oleh perwakilan dari Kemdikbud dan Kemristekdikti dengan tanda tangan dan cap dari kementerian terkait sebagai bukti. Kedepannya masing-masing isu akan dibahas lebih lanjut, isu dikdasmen pada tanggal 18 Juni 2019, sementara isu Dikti pada tanggal 16 Mei 2019.

Perjuangan ini belum selesai. Mari bersama-sama kita kawal isu tentang pendidikan, agar lebih baik lagi serta cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terlaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: