FGD BEM UNJ DENGAN KPU

Menuju Debat Cawapres Ke 3

Jakarta, 12 Maret 2019
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) untuk persiapan debat Calon Wakil Presiden (CAWAPRES) yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 Maret 2019 nanti di Hotel Aston. FGD dihadiri oleh para ahli yang sesuai dengan tema debat CAWAPRES yaitu “Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan.”

FGD dimulai pada pukul 14.30 yang dibuka oleh bapak Wahyu selaku Moderator dan anggota KPU RI. Pada saat diberikan kesempatan untuk memberikan masukan terhadap soal debat CAWAPRES kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang diwakili oleh BEM UNJ. Abbas selaku ketua BEM UNJ menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam mengubah suatu peradaban bangsa ke arah yang lebih baik lagi.

Lalu, dilanjutkan oleh Erfan Kurniawan selaku Kepala Departemen Sosial dan Politik BEM UNJ. Beliau berpendapat bahwa permasalahan mengenai guru honorer harus segera diselesaikan. Tercatat sebanyak 438.590 honorer guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang terdata dalam database pemerintah (K2). Hanya 13.347 yang dapat mengikuti tes CPNS guru dan non guru pada tahun 2018. Selebihnya tidak dapat mengikuti tes karena faktor usia yang telah melebihi 35 tahun. Hal ini diatur dalam UU ASN yang membatasi usia pelamar. Padahal, guru telah mengabdi selama puluhan tahun. Namun, kesejahteraannya masih jauh dari kata layak. Bahkan, salah satu guru dari daerah Bantul saat aksi guru dan tenaga kependidikan honorer pada tanggal 30 Oktober 2018 di depan Istana Merdeka mendapatkan gaji hanya 300 ribu per bulan.

Alifia Sholiha selaku Kepala Departemen Pendidikan dan Penelitian BEM UNJ 2019 juga menyampaikan permasalahan pendidikan yang telah dikaji oleh aliansi BEM SI bidang koordinator isu Pendidikan, yakni permasalahan pengalokasian dana dari APBN dan APBD sebesar 20% untuk pendidikan, implementasi pendidikan karakter, dan lainnya.

Pendapat yang telah disampaikan oleh mahasiswa ditanggapi dengan baik oleh Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu selaku panelis. Beliau memberikan tawaran kepada mahasiswa, solusi apa yang harus dilakukan agar permasalahan guru honorer dapat diselesaikan?

Erfan Kurniawan pun menjawab, ada dua hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Pertama, melakukan revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) nomor 5 tahun 2015 yang membatasi usia peserta maksimal 35 tahun. Kedua, pemerintah membuat program khusus berupa penghargaan bagi para guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun dengan mengukuhkannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika pemenang Asiang Games saja mendapatkan penghargaan, tapi untuk guru saja tidak. Padahal, pekerjaan di dunia ini hanya ada dua yaitu guru dan yang dihasilkan oleh guru.

Panelis berikutnya yaitu Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, ME.ng juga menyampaikan terkait kondisi pendidikan yang masih memiliki disparitas sangat tinggi. Mempertanyakan berapa kebutuhan di Indonesia serta tantangan di dunia pendidikan tinggi yang telah dimasuki oleh Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).

Prof. Dr. Chairil Effendi (panelis) sangat menyayangkan dengan banyaknya kampus-kampus dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang entah dipertanyakan keberadaannya dan tidak berkualitas. Sehingga menimbulkan banyaknya jumlah guru di Indonesia tanpa kualitas yang baik.

Terakhir, penyampaian dari panelis yaitu Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D dan Prof. Dr. David Perdana Kusuma berpendapat bahwa harus adanya revolusi kurikulum sesuai dengan revolusi industri 4.0 tanpa menghilangkan jati diri bangsa dan pembekalan Hard skill bagi guru honorer.

FGD terus berjalan dengan membahas isu kesehatan dari NGO. Namun sangat disayangkan dengan tidak adanya NGO dari isu ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan.

Kegiatan FGD ditutup oleh bapak Wahyu selaku anggota KPU RI dan pemberian naskah kajian pendidikan kepada panelis yang diwakili oleh bapak Arief Budiman selaku ketua KPU RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: