SIKAP BEM UNJ TERHADAP PEMBUNGKAMAN KEBEBASAN BEREKSPRESI PAK ROBERT

Kebebasan berekspresi, diatur dalam pasal 28 E ayat (2) amandemen II UUD 1945 menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan menyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya” serta pasal 3 UU No. 29 tahun 1999 tentang hak asasi manusia yang menyatakan bahwa “Setiap orang bebas mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan atau tulisan melalui media cetak maupun media cetak elektronik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum dan keutuhan bangsa”

Namun, hal ini tidak didapatkan oleh Dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Robertus Robet atas orasinya pada aksi Kamisan, 28 Februari 2019. Pada aksi tersebut, tema yang diangkat adalah menolak dwifungsi ABRI/TNI, beliau adalah salah satu orator yang telah didokumentasikan oleh Jakartanicus yang diunggah dalam laman youtubenya, berdurasi 7 menit 40 detik. Dalam video tersebut, selain orasi, pak Robert juga menyanyikan potongan pelesetan Mars ABRI yang dibuat pada era Reformasi 1998 yang dimaksud untuk menolak dwifungsi ABRI pada waktu itu. Cuplikan dari nyanyian tersebut, dijadikan landasan penangkapan beliau atas dasar tuduhan melakukan penghinaan kepada institusi TNI. Padahal substansi menyanyikan lagu tersebut, untuk mengingatkan bahwa pemerintah pernah mengakomodasi militer untuk masuk ke ranah sipil, agar saat ini, kebijakan tersebut tidak di buat kembali.

Maka kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) menyatakan sikap :

1. Menolak segala bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi yang telah diatur dalam Pasal 28 E ayat (2) UUD 1945 Amandemen II dan Pasal 3 UU No. 39 tahun 1999.

2. Semua pihak wajib menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi , tidak menyebarkan hoax terhadap kasus ini serta mengedepankan aspek penegakan hukum yang berkeadilan dan jauh dari politisasi.

3. Mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk memberikan Transparasi dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini, baik dalam proses menetapkan kasus tersangka, penangkapan dan barang bukti.

4. Mendesak agar Dr. Robertus Robet segera dibebaskan dari tuntutan hukum tanpa syarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: