HADIAH KEMENRISTEKDIKTI : PERGURUAN TINGGI ASING BEREPUTASI MASUK KE INDONESIA

HADIAH KEMENRISTEKDIKTI : PERGURUAN TINGGI ASING BEREPUTASI MASUK KE INDONESIAh

ttp://bit.ly/PTAdiIndonesia

Civitas akademika Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia dikejutkan oleh pernyataan yang dibuat oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir. Isi dari pernyataan tersebut adalah bahwa Indonesia sudah mengizinkan untuk Perguruan Tinggi Asing (PTA) didirikan. Hal ini didasari oleh UU No.12 tahun 2012 dalam BAB VI pasal 90 mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi oleh Lembaga Negara lain yang berbunyi :

(1) Perguruan Tinggi lembaga negara lain dapat menyelenggarakan Pendidikan Tinggi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Perguruan Tinggi lembaga negara lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sudah terakreditasi dan/atau diakui di negaranya.

(3) Pemerintah menetapkan daerah, jenis, dan Program Studi yang dapat diselenggarakan Perguruan Tinggi lembaga negara lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(4) Perguruan Tinggi lembaga negara lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib:
a. memperoleh izin Pemerintah;
b. berprinsip nirlaba;
c. bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Indonesia atas izin Pemerintah;
dan
d. mengutamakan Dosen dan tenaga kependidikan warga negara Indonesia.

(5) Perguruan Tinggi lembaga negara lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendukung kepentingan nasional.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Perguruan Tinggi lembaga negara lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sampai dengan ayat (5) diatur dalam Peraturan Menteri.

Namun beredarnya isu ini membuat pro kontra di masyarakat lingkungan kampus itu sendiri. dilansir dari media dalam jaringan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko menegaskan bahwa mereka menolak PTA berdiri di Indonesia . Penolakan ini terjadi karena nantinya PTA yang akan didirikan di Indonesia harus bermitra dengan PTS yang ada di Indonesia.

Hal ini tidak sejalan dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi yang di tahun 2016 hanya mencapai 28.1% . Walaupun meningkat dari tahun sebelumnya namun pendirian PTA bukanlah solusi untuk meningkatkan APK-PT.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah menyebarkan angket tertutup kepada seluruh mahasiswa UNJ. Didapatkan data bahwa 74.1% tidak setuju dengan adanya pendirian PTA di Indonesia. Kabarnya, jumlah kuota perguruan tinggi asing yang akan ke Indonesia menurut menteri pendidikan hanya 5 sampai dengan 10 perguruan tinggi saja . Sejauh ini program studi yang akan dibuka adalah menyangkut STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Masih banyak pertanyaan yang muncul ketika program ini dinyatakan oleh Menteri Ristekdikti. Pemerintah pun belum bisa memastikan implementasi dan pemetaan dari pendirian PTA ini beberapa pertanyaan yang haru dijawab oleh Kemenristekdikti adalah
Jika UU Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 90 menyebutkan bahwa lebih mengutamakan dosen dan tenaga kependidikan warga negara Indonesia, lantas apakah sama kualitas mahasiswa perguruan tinggi asing di Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri?
Karena mahasiswa yang kuliah di Luar Negeri bukan hanya untuk mendapatkan title saja tetapi juga untuk dapat pengalaman hidup disana
Apakah PTA ini akan memakai biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau tidak?
Maka dari itu, beberapa solusi yang kami tawarkan adalah
Mengapa Indonesia tidak membangun kualitas dosen atau memperbanyak dosen? Dengan begitu, mutu dan kualitas perguruan tinggi maupun mahasiswanya semakin membaik.

Mengapa pemerintah tidak menambah anggaran untuk perguruan tinggi yang ada di Indonesia agar dapat menambah dosen yang berkualitas? Dosen yang kurang berkualitas pun dapat disekolahkan lagi agar mampu mencapai kompetensi profesional. Lebih memperbaiki sistem lama daripada sistem baru yang masih belum jelas. Hal yang ditakutkan adalah ketika membuat suatu sistem baru, sistem ini malah disalahgunakan. Misalnya membuat ijazah palsu dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: